Puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jeneponto melakukan aksi corat-coret pakaian seragam sebagai tanda kelulusannya, Senin, (12/04). Mereka juga melakukan konvoi di sejumlah jalan protokol di Jeneponto.
puluhan pelajar SMA tersebut memenuhi bahu jalan, bahkan tak sedikit di antara mereka berkendara dengan cara ugal-ugalan di jalan, tanpa memikirkan keselamatan mereka dan keselamatan pengendara lain.
Salah satu pelajar yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, alasan dirinya melakukan corat baju seragam karena sebagai bentuk kesyukuran mereka atas kelulusannya.
“Kami melakukan corat-coret baju karena kami merasa sudah lulus, dan hari ini, adalah momentum arak-arakan di jalan raya,” ungkap salah satu Pelajar tersebut.
Namun, ketika Tim KabarMakassar, mempertanyakan kelulusan para pelajar tersebut. Dirinya, mengungkapkan, jika di sekolahnya belum mengumumkan secara resmi.
“Kami merayakan ini bersama teman-teman, namun, kami belum tahu, lulus ataupun tidak,” jelasnya.
Ia pun juga mengaku, bahwa, walaupun belum diumumkan secara resmi, namun dirinya sudah yakin akan kelulusannya.
“Walaupun sekolah kami belum mengumumkan secara resmi, kami yakin akan kelulusan kami di sekolah tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, pengguna jalan lainnya mengatakan, jika kegiatan konvoi anak sekolah ini sangat mengganggu dan meresahkan.
“Sangat mengganggu dan meresahkan para pengguna jalan. Bukan hanya itu, suara knalpot motor mereka sangat bising, ” ungkap Mustari.
Di Tempat terpisah, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Jeneponto, Ahmad mengaku bahwa sejauh ini, siswa yang melakukan pawai bukan pelajar yang berasal dari sekolahnya.
“Yang saya ketahui, pelajar yang melakukan pawai atau pun corat coret itu bukan siswa kami, karena, sebelum ujian atau pun selesai ujian, rata-rata kita melakukan proses belajar mengajar secara daring, dan kemungkinan pelajar tersebut dari sekolah lain,” bebernya.
Meskipun demikian, dirinya akan mengambil tindakan apabila pelajar tersebut berasal dari sekolahnya, hingga ke pihak orang tua murid.
“Pastinya, kami akan melakukan tindakan, apabila pelajar disekolah kami yang melakukan hal tersebut, dan kami akan memanggil wali mereka, bahkan sanksi akan kami berikan dengan menahan ijazah mereka bila terbukti melakukan hal itu,” pungkasnya.


