• Redaksi
Kamis, September 10, 2026
Target Indo Sulsel
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Parepare
    • Kota Palopo
    • Kab Pinrang
    • Kab Tana Toraja
    • Kab. Enrekang
    • Kab. Kepulauan Selayar
    • Kab. Luwu
    • Kab. Luwu Timur
    • Kab. Luwu Utara
    • Kab. PangkajeneDan Kepulauan
    • Kab. Sidenreng Rappang
    • Kab. Toraja Utara
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Parepare
    • Kota Palopo
    • Kab Pinrang
    • Kab Tana Toraja
    • Kab. Enrekang
    • Kab. Kepulauan Selayar
    • Kab. Luwu
    • Kab. Luwu Timur
    • Kab. Luwu Utara
    • Kab. PangkajeneDan Kepulauan
    • Kab. Sidenreng Rappang
    • Kab. Toraja Utara
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
Target Indo Sulsel
No Result
View All Result

Banyak Kejadian Bocah Hanyut, Katanya Dihuni Tiga Binatang Gaib

admin by admin
Maret 11, 2021
in Uncategorized
0
Banyak Kejadian Bocah Hanyut, Katanya Dihuni Tiga Binatang Gaib
0
SHARES
30
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Palopo,Targetindo.com – Beberapa waktu lalu, warga Kota Palopo khususnya Kelurahan Pajalesang, dihebohkan dengan tewasnya dua bocah yang hanyut saat sedang mencari sayur pakis sambil mandi di Sungai Pajalesang (Amassangan).

Oleh warga setempat menamakan, Sungai Pajalesang (Amassangan) ini, dulunya dikenal sebagai “Sungai Beru” atau sungai berpindah-pindah. Sungai Beru terbentang dari Latuppa sampai ke Kelurahan Amassangan.
Dibalik sungai tersebut, ada cerita mistis yang berkembang di tengah masyarakat khususnya warga di Kelurahan Pajalesang, Kota Palopo.

Abdullah, salah satu penduduk asli penduduk di RT02/RW05 Kelurahan Pajalesang saat ditemui dikediamannya bercerita banyak perihal mistis dibalik sungai tempat dua anak tewas yang hanyut terbawa air bah.
Ia menyebutkan di sungai itu dihuni mahkluk gaib berbentuk ikan besar, ular, dan buaya. Dua makhluk yakni, ular kecil dan ikan besar menghuni kolong jembatan Jl KH Ahmad Rasak.

“Ularnya kecil tapi kalau menganga, selebar jala. Jika ikan atau ular kecil itu muncul, bisa jadi itu sebagai pertanda akan terjadi musibah,” kata Abdullah, Selasa, 9 Maret 2021.

Penghuni lain Sungai Beru (Amassangan) yang disebutkannya adalah seekor buaya. Itu merupakan peliharaan salah satu orang tua dulu.
“Ada seekor buaya manusia (jadi-jadian) yang dipelihara warga di sungai itu tapi sekarang pemiliknya sudah meninggal jadi kita sudah tidak tahu dimana buaya itu berada,” sebutnya.

Sebelum kejadian dua anak korban meninggal dunia yang terseret air di sungai itu, diketahui jauh sebelumnya juga pernah terjadi hal yang sama.

“Sekitar 1982, itu masih saya ingat saat orang-orang menonton banjir Sungai Beru di Jembatan Latuppa, kemudian saat asik menonton, tiba-tiba dua orang warga terjatuh dari jembatan, kemudian hanyut dan meninggal dunia,” paparnya.

Informasi yang dihimpun dari Abdullah itu, tentang hal-hal mistis tentang cerita mistis dan penghuni Sungai Beru tersebut juga didengarnya dari bapaknya.

“Karena melanggar pantangan (buang air kecil) dipinggir sungai, bapak saya dulu juga pernah terseret air Sungai Beru saat menggiring kerbau dari sawah menyeberang sungai itu. Tapi Alhamdulillah masih bisa selamat dan hidup sampai sekarang. Beruntung bapak saya saat itu masih ingat cara untuk terhindar dari musibah, dengan melepas semua barang bawaannya seperti pakaian yang dilepas sebagai pengganti nyawa,” tutur Abdullah.

Selain itu, dia juga bercerita histori Jembatan Jl. Ahmad Rasak yang disebutkan Abdullah dihuni dua mahluk halus berwujud ular kecil tapi kalau menganga selebar jala dan ikan besar itu. Kalau dulunya jembatan ini berhasil dibangun oleh orang ketiga.

“Orang ketiga yang berhasil tender pekerjaan jembatan Ahmad Razak itu adalah Andi Sultani. Dia itu orang yang sangat dikenal pada masanya sebagai pawang Luwu. Siapa yang tidak kenal dia, karena dia juga sehingga Jembatan Ahmad Razak itu berhasil dibangun. Karena dua orang sebelumnya yang mau bangun itu jembatan gagal karena, diganggu mahluk halus,” ucap Abdullah.

Kemudian jika dihubungkan peristiwa yang beberapa kali terjadi di Sungai Beru yang kerap kali menelan korban itu lanjut Abdullah mengatakan, dianggap perlu kesadaran warga untuk mengetahui keyakinan penduduk asli disekitar seperti tidak melanggar pantangan berupa tidak takabur.

“Keyakinan yang kita percayai dari orang tua dulu itu, kita dilarang agar jangan membuang air kecil di pinggir sungai, membuang cabai di sungai, mencuci belanga di sungai, mencuci kelambu di sungai dan intinya tidak takabur saat beraktivitas di sungai itu,” pesan Abdullah.
Terpisah, Lurah Pajalesang melalui Kasi Pelayanan Umum Abdul Gafur Junaid berpesan kepada warga khususnya orang tua yang memiliki anak agar maksimal dalam mengawasi anak-anaknya.

“Mendengar cerita dari salah satu orang tua kampung itu, untuk itu dianggap perlu bagi warga lain agar memahami filosofi yang turun-temurun diyakini penduduk asli sekitar. Dan kemudian mengingat saat ini sering hujan di bagian hulu, agar tetap berhati-jika beraktivitas di sungai. Intinya yakin atau tidak dianggap perlu warga lain untuk adaptasi dengan lingkungan,” kata Abdul Gafur Junaid.

Previous Post

Temui Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Plt Gubernur Bahas Program Strategis Pemerintah

Next Post

Vaksinasi, 357 Personel Polres Luwu Timur Dapat Giliran, Begini Kata Kabag Ops

admin

admin

Next Post
Vaksinasi, 357 Personel Polres Luwu Timur Dapat Giliran, Begini Kata Kabag Ops

Vaksinasi, 357 Personel Polres Luwu Timur Dapat Giliran, Begini Kata Kabag Ops

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITATERPOPULER

  • Ijazah Di Tahan?? Sejumlah Mantan Siswa Didik SMK Negeri 1 Lutim, Mengeluhkan Pihak Sekolah

    Ijazah Di Tahan?? Sejumlah Mantan Siswa Didik SMK Negeri 1 Lutim, Mengeluhkan Pihak Sekolah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Sebarkan Berita Bohong, Manajer SPBU Puncak Indah Malili Dilaporkan Ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Siswa SMPN 1 Tomoni Terpilih Mengikuti Jambore Nasional Pramuka XI 2022 Wisata Cibubur, Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lakalantas di Desa Maliwowo, Grand Max Vs KLX

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pilkades Serentak Di Luwu Utara Berujung Baku Tikam, Satu Orang Di Nyatakan Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Target Indo Sulsel

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GRUP

  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Parepare
    • Kota Palopo
    • Kab Pinrang
    • Kab Tana Toraja
    • Kab. Enrekang
    • Kab. Kepulauan Selayar
    • Kab. Luwu
    • Kab. Luwu Timur
    • Kab. Luwu Utara
    • Kab. PangkajeneDan Kepulauan
    • Kab. Sidenreng Rappang
    • Kab. Toraja Utara
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GRUP

Situs link slot gacor Terbaru Gampang Menang Terpercaya Server Slot 88 WUKONG778 : SLOT GACOR GAMPANG MENANG slot gacor 4d Slot 4D Bersama MAXI188 Berikan Game Gacor Gampang Menang Maxwin Hari Ini 2025