PALOPO – Warga Kota Palopo, khususnya yang tinggal di Kelurahan Balandai dan Temmalebba merasa khawatir dengan ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Betapa tidak, berdasarkan informasi, DBD sudah menelan korban jiwa. Dimana seorang anak laki-laki murid sekolah dasar meninggal lantaran DBD. Korban merupakan warga Jl Bangau, tepat di belakang Kantor Camat Bara.
Tak hanya itu, dari penelusuran Palopo Pos, juga ada seorang bocah di lorong SMAN 4 Palopo terbaring lemas di RSUD Saweringading, Palopo, karena DBD. Kondisinya sempat kritis.
Melihat kenyataan ini, tak salah jika warga mendesak Dinkes Kota Palopo segera melakukan fogging dan pembagian bubuk abate kepada warga.
“Kepada bapak Walikota Palopo, kami mohon dan meminta dengan sangat agar Dinkes melakukan fogging serta membagikan bubuk abate. Kami khawatir DBD akan mewabah jika tidak ditangani dengan baik,” kata pria yang kerap disapa Hamid, Selasa 12 Oktober 2021.
Apalagi, katanya, di musim penghujan ini dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. “Sudah ada korban jiwa, artinya tidak menutup kemungkinan akan menambah korban DBD,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Palopo, Taufiq S.Kep.Ns.,M.Kes mengaku telah melakukan fogging guna memberantas demam berdarah. “Tindakan itu yang dilakukan, yakni melakukan fogging,” kata Taufiq melalui via WhatsApp, Selasa 12 Oktober 2021. Hanya saja tidak disinggung titik-titik mana saja yang sudah difogging.


