Luwu timur. Sulsel.targetindo.com – Aroma tak sedap yang di duga berasal dari pabrik kelapa sawit, PT.Teguh Wira Utama, yang Beroprasi di desa watangpanua kecamatan angkona kabupaten Luwu timur. Dikeluhkan masyarakat sekitar.
Masyarakat, kini mengeluhkan Dampak dari bau aroma yang menyengat sangat terasa di dua desa, yakni desa watangpanua dan desa maliwowo kecamatan Angkona, Luwu timur.
Tidak hanya itu, selain aroma tak sedap, warga juga mengeluhkan hamparan debu yang berasal dari jalan masuk perusahaan kelapa sawit tersebut.

Seperti yang dikatakan salah satu warga di sekitar pabrik tersebut mengatakan, bahwa keluhan warga terkait aroma menyengat tersebut sudah berlangsung sejak lama dan hingga kini masih terus terjadi.
Bau menyengat dari pabrik itu sangat mengganggu kita disini, setiap hari hanya bau dari pabrik yang kita cium, kita mau makan atau tidur hanya itu saja bau busuk yang tercium. Katanya.
Lanjut warga, debunya juga sudah pasti polusi namanya, karna imbasnya dirasakan warga sekitaran jalan masuk pabrik. Bebernya.
sementara itu, menurut ladaddi, kepala desa watangpanua, mengenai hal itu, belum menerima kopian dukumen pengelolaan limbah dari Dinas Lingkungan hidup dari Kabupaten.
saya juga belum menerima copian dukumen pengelolaan limbah dari Dinas Lingkungan hidup dari Kabupaten, dan semestinya kami harus ada pegang copian dukumen itu, terangnya.
“Adapun terkait keluhan warga sampai saat ini kami belum menerima aduan dari warga, kata Ladaddi saat dihubungi melalui telpon whatsapp, Rabu (2/2/2022).
Namun lain Halnya, Menurut Rafael, selaku Manajer Perusahaan Kelapa Sawit PT.Teguh Wira Utama, saat ditemui di kantornya, rabu (02/02/2022).
Dalam keterangannya mengatakan, kalau masalah ini masih dalam proses, karena ini masih belum selesai.Kemudian terkait masalah debu yang di keluhkan warga, lalu ia mengatakan, itu kan jalan PT.atau dengan kata lain adalah jalan perusahaan, jelasnya.
“Dari hasil pantauan media sulsel.targetindo.com, nampak ada 4 mobil yang bermuatan buah sawit sedang di palang dengan sebila tali, diduga 4 kendaraan itu, hendak menuju ke lokasi pabrik”.



