Luwu Timur- Sebagai bentuk protes terhadap pemerintah atas kerusakan jalan, warga menanam pohon pisang di Jalan Poros, tepatnya di perbatasan antara desa lewonu dan desa Lambara, kecamatan Burau kabupaten Luwu timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka kecewa karena jalan tersebut tak kunjung diperbaiki meski kondisinya sudah rusak parah.

Jalan poros yang setiap harinya selalu dilintasi kendaraan, warga khawatir, jika terus berkelanjutan, kerusakan jalan yang terjadi ini akan dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu-lintas, terutama saat dalam waktu malam dan kondisi hujan.
Kendaraan yang melintas terutama kendaraan berat pun harus berhati hati, agar kendaraan tidak terperosok ke lubang jalan, dan mengalami kerusakan as roda maupun patah pada per kendaraan. Begitu juga untuk kendaraan kecil harus ekstra hati hati melintas dijalur ini, agar tidak mengalami lakalantas

Salah seorang warga setempat mengatakan, jalan yang rusak parah itu kerap membuat pengendara yang melintas terjatuh. Hal ini disebabkan kondisi jalan yang banyak berlubang.
Sudah sering terjadi kecelakaan di jalan itu, para pengendara kalau melintas di jalan itu, mereka tidak tahu kalau itu di jalan itu banyak lubang, apalagi kalau di musim hujan, jalan yang berlubang, tertutup air. Para pengendara tidak mengetahui ada lubang di jalan itu, sehingga sering terjadi pengendara yang melintas terjatuh di jalan itu, ucapnya (2/8/2022).
Apalagi jalan ini, jalan poros, yang setiap harinya di lalui kendaraan, mestinya jalan ini, ada perhatian dari pemerintah atau dinas terkait, jangan nanti setelah ada korban berikutnya, baru ada tindakan, harapnya.

Oleh karena itu, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah atas kerusakan jalan ini, warga setempat melakukan aksi tanam pisang.
“Dengan aksi ini kami berharap bisa segera ditindaklanjuti dan jalan ini secapatnya diperbaiki oleh pemerintah. Itu saja harapan kami atas nama warga pengguna jalan,” ucap dia.
.


