Luwu Utara, Sulsel
Kasus pengeroyokan di Area SPBU 74 919 94 Baliase, Masamba Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (27/11/23) malam, menimbulkan polemik.
Mail dikeroyok sejumlah pelaku. para pelaku diduga sekelompok pengetap BBM Solar yang saban hari mangkal di SPBU.
Korban Mail mengaku dicekik oleh A, selanjutnya teman A tiba-tiba datang ikut melakukan penganiayaan terhadap korban.
Momen peristiwa penganiayaan tersebut sempat diabadikan lewat rekaman CCTV yang ada di rumah warga saat kejadian Senin (27/11/23) malam. Peristiwa tersebut juga disaksikan oleh sejumlah warga setempat.
Korban Mail lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Luwu Utara yang sebelumnya korban melakukan Visum ke RSUD Andi Jemma Masamba usai kejadian.
Namun, sejak peristiwa berlalu, Korban mendapat informasi jika pada pelaku tidak ditahan. Hal ini membuat Mail dan Keluarganya merasa kecewa.
“Belum ada kejelasan apakah para pelaku tersebut ditahan,” ucap isteri koran kepada media ini (30/11/23).
Kasat Reskrim Polres Luwu AKP JUDDI TITALEPTA saat dikonfirmasi awak media Kamis (30/11/23) mengaku, para pelaku sudah dimintai keterangan.
“Pelaku sudah dimintai keterangan, soal penahanan pelaku, itu kewenangan Penyidik sebab pertimbangan lain” bebernya.
Sementara ini, korban Mail berharap keadilan serta proses atas peristiwa yang menimpanya.
Ia berharap penyidik dapat transparan dalam menginformasikan perkembangan dari kasusnya tersebut.
“Keluarga tetap berharharap agar para pelaku segera ditahan mengingat pelaku masih bebas berkeliaran dan kembali dan melakukan aktivitas di area SPBU, dan kiranya ada keterbukaan dalam hal ini,” ungkap korban.
Bahkan ia mengakui, saat ini ada beberapa pihak mendatangi dirinya dan keluarganya untuk mencabut laporan tersebut.
“Banyak juga tekanan suruh cabut laporan, tetapi selama kami menyakini tidak ada hal yang salah, tetap kami berjuang dapatkan keadilan,” tegasnya.
Disinggung soal hasil visum, isteri korban yang juga seorang perawat di RSUD Andi Jemma Masamba membeberkan kalau hasilnya belum dijemput pihak penyidik.
Karenanya ia mendesak agar prosesnya segera ditindaklanjuti sebab ia bersama keluarganya merasa khawatir bila dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.
“Saya tanya sama temanku yang ikut melakukan Visum malam itu, dia sebut Visumnya masih ada dan belum dijemput penyidiknya” ungkapnya.
Diduga pengeroyokan tersebut terjadi akibat kesalahpahaman. Namun, Mail mempertanyakan apa permasalahannya.
“Tetap saya bertanya kenapa bisa saya dikeroyok. Saya siap beradu argumen kalau ke depan akan semakin riuh persoalan ini,” tutupnya.
Akibat pengeroyokan itu, korban Mail mengaku mengalami sejumlah luka memar dan sempat dirinya merasa kesakitan di bagian leher dan pundaknya.


